Thursday, December 22, 2011

Happy Mother's Day

Lord, don't You know I really thank to You everytime I see the sun lights over the earth? But more when I hear my mom's breathe.

Selamat Hari Ibu buat semua Ibu di dunia ini. Aku sayang Ibuku. Beliau tidak pernah 

mengecewakanku. Beliau selalu memberikan yang terbaik untukku, terutama doa-doanya 

yang tidak pernah putus dia panjatkan.

Aku sayang Ibuku. Sayang sekali. Tapi, maaf buat semua perbuatanku yang salah di

hadapannya. Sering kali aku egois dan hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah 

berpikir dia selalu mengorbankan keinginannya untuk anak-anaknya.

Sering kali air mataku turun saat memikirkan bagaimana hidupku bila ibuku pergi. 
Aku belum siap..

Dalam perlindungan tanganMu saja ya Tuhan, aku menyerahkan Ibuku. Semoga dia selalu 

sehat dan jadi Ibu yang bijaksana dalam menghadapi anak-anaknya.
Amin.. 

Wednesday, December 21, 2011

Sudah selesai galaunya kawan?

Social Network really have many functions!
What are they? Twitter, Facebook..

Semuanya jadi tempat ajang curhat manusia-manusia labil. Sumpah ya! Perlu gak sih lo nyampah dengan kegalauan-kegalauan lo? Maaf banget ya, jujur gw nyesel nge-follow twitter yang isinya galau-galau gak guna gitu. Hehehehe.. Apalagi kalau Facebook? Adek gue! Adek gue labilnya. Ya ampun. Gak kuat deh gue.

Ya dia bikin status "kenapa sich dy gx bls sms gw?!". Sering aja dia gue ledekin. Hahaha.

Gak penting banget yaa. hahaha.

Gue cuma bisa berdoa supaya orang-orang galau itu diberikan ketenangan di dunia ini. Amin.

Tuesday, December 20, 2011

Pemenang Hati

Lalu kemana nantinya hatiku berlabh, kalau bukan kepadamu wahai pemenang hati.

Siapa aku tidak penting.
Coba lihat tepat kedalam hatiku, kau akan tahu kalau kau yang terpenting dalam hidupku.

Kamu harus sadar jika dia bukan untuk kamu.
Aku ada tepat didepan matamu.
Kamu cuma untuk aku.

Awalnya ada aku dan kamu.
Pada akhirnya kita jadi satu.

Monday, September 12, 2011

kepercayaan dan kesabaran

Kami berjalan dalam kegelapan.
Kami yang tak memiliki apapun untuk jadi batu sandungan.
Kami kehilangan arah.
Kami tersesat dalam ilustrasi nyata atas nama kegelapan.

"Kepercayaan..? Kepercayaan..?" teriak kami mencari.
Dimanakah dia? Yang kami panggil kepercayaan.
Dimanakah kepercayaan?

Kemana kami harus pergi?
Kemana kami harus berjalan?

Kami dengar suara rindu sungai.
Alirannya berbisik seakan ingin mengajak berlalu.
Haruskah kami percaya?
Akankah kami tenggelam?

Kami dengar pohon-pohon tertawa.
Sepertinya itu suara gema dari luar,
ada pesta meriah rayakan "menangnya" kemunafikan.
Haruskah kami percaya atas kemenangannya?
Haruskah kami ambil bagian?

Kami menengadahkan kepala,
hujan mulai turun.
Pesta itu turut berhenti dan tenggelam terbawa arus sungai.
Sungai neraka ternyata.
Pohon-pohon mulai menyanyikan keheningan.
Beberapa menangis.

Ternyata hujan kebenaran [buat kami].
Hujan kutuk [bagi pesta itu].

1 dari kami berteriak,"Kepercayaan!".
Dia mengangkatnya tinggi, seakan itu piala olimpiade.
Dia mulai tertawa, kami turut mengikuti tingkahnya.
Kami mulai menari dan bernyanyi.

Dari Timur, cahaya mulai bangkit.
Ternyata kami tidak tersesat.
Ternyata kami masih punya batu sandungan.

Yang kami butuhkan hanya kepercayaan dan kesabaran.

Thursday, June 23, 2011

s(i)apa aku?


Jangan tertawa karna aku marah
Jangan tertawa karna aku benci
Jangan tertawa karna aku lelah
Jangan tertawa karna aku mati..

Matikan (mati) lampu.
Matikan (mati) lilin.
Matikan (mati) cahaya.
Gelap, dingin, tak bernyawa.
Membusuk, hancur, dan hanyut.

Aku bukan apa-apa.
Bukan siapa-siapa.
S(i)apa aku.

Aku paling kosong
Aku paling mati
Aku paling sunyi
Aku paling (di)benci
Aku paling (ter)hina

S(i)apa aku.

Monday, June 13, 2011

[ I Pray ]

Benar-benar mencapai titik jenuh dari masa-masa belajar gue. Sangat jenuh. Sampai-sampai rasanya ingin menangis, teriak, dan meninju semua tembok di rumah ini. Gue marah terhadap kelelahan dan kekhawatiran yang ada. Gue bosan. Gue jenuh. Gue ingin cepat-cepat lulus dan keluar dari semuaaa hal ini.

Ya, Tuhan Yesus.
Aku benar-benar berada dititik kelelahan dan ketakutanku.
Tuhan, aku ingin sepenuhnya jujur pada saat UN nanti. Menggunakan semua kemampuan ku dan mengandalkan Engkau. Aku tidak mau kelulusan nanti harus aku bayar dengan dosa dan maut. Bahkan aku pun sudah berdosa dalam pikiranku.
Aku tidak mau benar-benar melakukan apa yang sudah sempat terpikirkan.
Tuhan, tolongggg jawab doaku. Aku butuh kepintaran. Aku mohon kekuatan yang berasal dari Engkau. UN adalah hari-hari terakhir menuju kelulusan.
Aku ingin mendapat nilai sempurna yang berasal dari kemampuanku.
Dalam kelemahan dan kekuranganku, pekerjaan Tuhan tidak terbatas dan tak ada batas.

Amin.

Tuhan, Engkau tau aku ikut SNMPTN undangan. Aku mohon dukungannya supaya aku bisa lulus 1 saja dari 6 kesempatan yang ada. Walaupun aku tau logikanya sangat kecil menurut Pak Eko. Tapi, aku mohon dengan sangat ya Tuhan. Aku ingin kuliah di PTN dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Aku ingin kerja di Trans TV atau radio.
Tuhan Yesus, Engkaulah batu sandunganku. Engkaulah panglimaku. Aku percaya Engkau.
Aku tidak mau mempertaruhkan iman ku dan namaMU untuk melakukan dosa.

Amin.

Monday, June 6, 2011

a little bit sarcastic

Ada beberapa yang bilang masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling membahagiakan. Tapi buat gue enggak tuh! Biasa aja!

Hidup di dunia yang sangat mementingkan penampilan. Kalau lo beda, lo bukan bagian dari pergaulan. Mengisi hari-hari dengan hanya memikirkan diri sendiri. Kalau temen lagi susah ditinggalin. What the?!!

Dan gue sangat menunggu waktu dimana gue akan lepas dari masa-masa SMA gue terutama dari dunia kemunafikan yang selama ini ada di sekitar gue. Gue udah cukup muak hidup di dunia mereka. Dan saatnya gue hidup di dunia yang normal.

Hidup dimana orang-orang yang berkompetenlah yang menjadi trendsetter. Hidup dimana orang-orang yang berotaklah yang menduduki dunia.

Emang agak sarkastik sih, tapi buat gue biasa aja tuh. Terutama buat mereka.

Gue sangat bersyukur di masa-masa SMA ini, gue bertemu dan kenal dengan orang-orang yang searah dan satu pikiran. Kenal dengan orang-orang yang gak neko-neko. Gak berlebihan. Biasa aja. But, full of knowledge.

Diam bukan berarti gak ngerti.
Diam bukan berarti gak ada.
Diam bukan berarti gak hadir.
Terkadang diam karena kami menyimak dan memperhatikan orang-orang seperti mereka.

Finally, thank God I’m not like them.
I love myself. With the good or the shortness.

Saturday, May 14, 2011

dia ketekku

Dia harum,
terkadang dia bau.
Tersimpan di sudut terpencil.
Hidup di bagian tergelap.
Dia ketekku.

Wednesday, May 11, 2011

Dunia dibalik Mata part 2


Ini sebenarnya adalah tambahan dari Dunia dibalik mata part 1.
Seperti yang sudah dibaca, kebanyakan orang-orang itu tinggal di daerah
(yang gue lihat di Jawa). Gue berpikir kenapa di daerah Jakarta atau Tangerang yang metropolitan ini gak gue temui kasus yang seperti di orang daerah ini.

Gue mencoba berpikir dan menelusuri jawaban dari pertanyaan ini. Dan gue dapet jawabannya.

Kurang lebih seperti ini :
          Jakarta atau Tangerang bisa dikatakan adalah kota dengan pengguna Internet yang besar. Tapi hal ini juga didukung dengan ajaran Internet sehat yang menjadi doktrin positif bagi para penggunanya. Tapi hal ini tidak langsung menjadi evaluasi akhir dari Internet user itu sendiri. Ini cuma direlevansikan dengan kasus dunia di balik mata part 1.
          Serbuan Internet dan teman-temannya (di daerah) tidak didukung dengan doktrin-doktrin positif untuk mendukung penggunaan sosial media yang seharusnya. Ditambah lagi dalam hal ini Film Indonesia masih didominasi oleh film horor yang menjurus ke porno. Apa mungkin karena harga tiket bioskop sangat murah atau dvd bajakan (terutama utk film Indonesia) yang banyak dipasaran sehingga mereka mengidolakan film-film yang seperti itu. Gue juga gak ngerti karena ini cuma pendapat yang subjektif bukan yang disertai penelitian.
          Kurang lebihnya, serbuan Internet itu datang mengagetkan orang-orang terutama di daerah. Alhasil Facebook user makin bertambah terutama di daerah. Tapi entah ini salah siapa, apa orang yang menyandang gelar sebagai Menteri Teknologi Informasi ini hanya melihat fenomena BB di Kota Metropolitan sampai-sampai teman-teman kita di daerah gak kebagian
perhatian juga. Entahlah.. Ini hanya pendapat subjektif gue.

Apakah alay menjadi bagian dari mutasinya penggunaan sosial media (dalam
hal ini Facebook) yang seharusnya untuk hal yang positif?
          Gue juga gak ngerti definisi alay itu yang bagaimana karna selama

ini gue cuma tau dari cara mereka menuliskan teks entah sms atau status di

Facebook. Dan kebanyakan 'orang-orang' itu cara menuliskan statusnya yaa

yang disingkat lah dan enggak dengan penggunaan kata-kata yang benar.

Misalnya : "Kok" --> "Kug" atau "Aku" -->"Qu" dan sebagainya. Kembali lagi ini adalah 


pendapat gue yang subjektif bukan objektif.

Dan ada lagi satu pendapat gue yang mungkin menjadi pendukungnya kisah
dunia dibalik mata ini. Handphone. Yaa handphone yang dilengkapi dengan aplikasi sosial media Facebook dan chatting dan dijual dengan harga sangat
murah. Kita pasti tahu bahwa kebanyakan handphone ini keluaran Cina dan
mungkin handphone ini laku keras di daerah-daerah.Kemungkinan handphone
ini menjadi suatu alat media yang paling mudah buat ngakses Facebook. Ditambah lagi promo-promo provider yang banyak memberi bonus internet
terutama untuk akses Facebook.Kembali lagi bahwa semua ini adalah
pendapat yang subjektif dan tidak bermaksud menghakimi.

Kesimpulannya adalah semua hal pada dasarnya diciptakan untuk hal yang
baik. Tapi, sayangnya ini tidak dibarengi dengan moral yang tebal untuk
membentingi diri dari teknologi yang disalah gunakan. Apalagi hal-hal ini
bersifat murah bahkan gratis.

Kayaknya sekian dulu cerita dan pendapat gue ini. Gue sangat berharap ini
bisa yaa menjadi suatu hal yang bisa dibaca dan menjadi pengetahuan baru.
Tapi sekali lagi ini semua hanya bagian dari pemikiran gue yang subjektif dan
gak menjadi penilaian mutlak bagi teman-teman kita di daerah.

Terima kasih,

Dunia dibalik mata berakhir disini~
Salam :)

Dunia dibalik Mata


Terkadang apa yang kita lihat di hadapan kita tidak sama bahkan sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

Jadi, ini adalah pengalaman baru yang mengagetkan pemikiran gue.
Waktu itu gue melihat di Facebook seorang Ibu yang pada wallnya tertulis "I miss you.." Padahal yang gue tahu dia baru saja ditinggal wafat suaminya. Lalu gue kliklah nama orang yang menulis wall tsb. Pada profile picturenya, terpasang laki-laki telanjang dada dengan tubuh yang lumayan six pack. Foto tersebut menjadikan diriku "mengahakimi" sebagai yaaa agak seperti laki-laki 'nakal'.

Gue tipe orang dengan rasa ingin tahu yang luar biasa terutama mengenai sesorang. Dan rasa ingin tahu ini ternyata membawa gue ke suatu dunia di balik mata.

Fotonya yang agak menantang itu mendorong gue foto apa saja yang dia miliki. Langsung saja gue klik "Photos". Jengggg jengggggg *drum roll on*
Disitu terdapat banyak foto yang terlalu senonoh menurut gue. Terutama foto seorang perempuan yang bertelanjang dada. Alamakkkkkk! Oh Tuhankuuu!

Foto perempuan itu gue klik, dan keluarlah suatu nama yang males banget untuk diingat. Gue klik nama perempuan itu, dan keluarlah suatu profile perempuan yang kalo gak salah tinggal di Blitar. Laki-laki yang tadi kalo gak salah juga tinggal di Blitar.

Gue kembali ke Profile laki-laki itu. Lebih baik kita panggil dia "Om". Lalu gue klik "See more posts". Disitu banyak postingan kegiatan si "Om" ini. Mulai dari menulis di wall, comment di foto-foto(kebanyakan foto perempuan), dsb.
Kembali rasa penasaran gue mendorong gue untuk mengklik beberapa kegiatan dia yaitu mengcomment foto-foto perempuan.
Beberapa commentnya kurang lebih seperti ini :
                   "Bibirnya seksiiii.. Aku suka dehh.."
                   "Kamu seksi bangettt.."
                   dan sebagainya, gue males banget nginget kegiatan dia.

Selain itu gue juga mengklik beberapa profile perempuan yang muncul di postingan si "Om" ini. Jengggg jenggggg! Dan keluarlah lagi beberapa foto perempuan yang menurut gue gak pantas banget! Oh my!
Gue penasaran siapa sih yang mau-maunya ngeposting foto kayak gitu. Gue klik aja tuh cewek. Keluarlah profile perempuan yang agak kecina-cinaan. Lokasinya lagi-lagi di daerah Jawa (gue lupa). Di bagian Interestnya, oh my Godddddd! Itu parah banget! Dan yang bisa gue tarik kesimpulan adalah "cewek cina" ini sangat menyukai kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri. Gue gak mau ngumbar apa aja yang ada di interestnya karena lo semua pasti tau. Di bagian Filmnya lagi-lagi itu adalah film yang males banget gue ngeluarin duid gw buat film itu. Yaaaa apalagi kalau bukan film horor Indonesia yang lebih menjurus ke porno. Pantes aja  tuh film tetep dinikmati, ternyata penikmatnya masih ada. Banyak pula!

Apa ini dunia dibalik mata gue?

Setelah itu, kurang lebih setengah jam gue habiskan untuk mencari tahu apa aja yang terjadi dengan "Om" ini dan kegiatannya terutama para teman-temannya. Kebanyakan si "Om" ini yaa nulis di wall atau comment yang menjurus ke Porn text atau Sex text. What the?!!! Gue cuma bisa ngelus dada dan menghela napas panjang.

Sebenarnya masih banyak yang bisa gue ceritain dari ibu-ibu yang juga kelakuannya kayak gitu dan perempuan-perempuan lainnya yang sama aja kelakuannya.

Apa ini dunia dibalik mata gue?

Gue cuma bisa ambil kesimpulan that Facebook not only use as a social media but also as a porn media or sex media.
Facebook yang selama ini gue agung-agungkan sebagai penghubung gue dengan temen-temen gue bahkan masa lalu gue disalah gunakan oleh orang-orang yang salah mengerti akan makna tubuh dan sex yang sudah diatur oleh Tuhan. Gue cuma bisa menarik kesimpulan, mengerti dan jangan sampe gue jadi bagian orang-orang itu. Aminnn~

Dan semoga orang-orang yang ada dibalik mata gue ini bisa bertobat dan menemukan kembali jalan menuju dunia yang seharusnya. Semoga mereka cepat-cepat meninggalkan dunia dibalik mata itu.

Amin~

afraid##

Ketakutan itu adalah hal yang sangat wajar.
Tapi gak jadi wajar kalo kita berlindung atau menaruh tumpuan pada hal yang salah.
Kita terlalu percaya bahkan mempercayakan diri kita pada sesuatu, tapi kita sama sekali gak melakukan apa-apa untuk mengatasi permasalahan kita.
Sama saja dengan orang yang mempunyai mata normal tapi berpura-pura buta. Bukannya menggunakan matanya, tapi malah bertumpu pada pertolongan orang lain.

Monday, May 9, 2011

salam hangat semangat

Menjadi sebuah kesalahan saat aku ingin berlari tapi tak mampu, karena aku menyalahkan orang lain bukan bersyukur aku masih mampu berjalan walau belum bisa berlari.
Menjadi sebuah kebahagiaan karena disekelilingmu ada orang yang berkata, “Ayo, kamu pasti bisa..”
1 orang mendukung.
2 orang mendukung.
5 orang mendukung.
Lalu, ribuan orang bersorak, “KAMU PASTI BISAAAA!!”

Mungkin dada ini berguncang, menahan adrenalin yang mengalir ke semua anggota tubuh. Lalu, otak menyampaikan salam hangat semangat yang sama ke saraf-saraf. Salamnya sampai di setiap sel-sel otot dan bergetarlah tubuh ini karena tak kusadari aku sudah melompat dan berlari.

Dan sekarang aku sedang berlari untuk mengganti dan membayar semua salam hangat semangat dari mereka semua.
Bukan hanya itu, aku ingin memberi salam hangat semangat yang sama pada tiap makhluk yang bernapas di permukaan bumi ini.

Salam hangat semangat~

Monday, April 18, 2011

What do you want, Lord ?

Kosong banget pikiran gue.

I'm not the only one in this world who have problems.
Many problems.
Big problems.

I'm not the only one in this world who feel lonely.
Alone.
Without any one.

I'm just a little girl.
A teenage, and still grow up.

But, Can I still hold on ?
In my mind, I cant..

What do you want, Lord ?
Please tell me .

Tuesday, April 12, 2011

Choose What, Nerd or Popular?

Lebih baik dianggap cupu tapi penuh dengan pengetahuan. Dari pada dianggap gaul tapi berotak kosong.

Apa yang akan dunia katakan bila mulut ini penuh dengan omong kosong dan attitude yang buruk. Tapi, kita berusaha untuk menjadi terkenal. Mungkin kita akan terkenal. Tapi kita akan terkenal karena keburukan kita.

Jadi, lebih baik menjadi orang yang cupu daripada dipanggil otak udang.

Yang bikin gue bingung adalah mengapa banyak orang berusaha menjadi ‘gaul’ atau terkenal dengan cara yang salah. Mereka tidak menjadi diri sendiri, ikut gaya orang lain, bahkan mengorbankan hal-hal yang ada pada mereka.
Bukankah kita akan merasa ada yang mengganjal di hati? Mungkin kita akan berkata “Kok aneh ya? Kayak ada yang hilang. Kayak ada yang mengganjal”
Tentu saja ada yang mengganjal. Karena kita melawan kodrat hati kita.

Kalau dianalogikan, layaknya seekor ikan salmon yang melawan arus air terjun saat ingin kembali ke tempat dia dilahirkan. Mereka harus banyak berkorban, terluka, berdarah. Kalaupun sampai di tempat tujuan, mereka akan mati karena kelelahan.

Dan layaknya orang-orang yang tidak menjadi diri sendiri. Mereka akan terluka, mengorbankan diri sendiri bahkan orang lain. Pada akhirnya mereka akan menangis karena mereka tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada kepuasan layaknya seorang atlet lari yang berhasil mencapai garis finish.

Kenapa harus takut untuk menjadi diri sendiri?? Tuhan menciptakan kita seperti ini bukan karena tidak ada artinya.
Kenapa harus takut untuk tidak terkenal karena menjadi diri sendiri??
Jadilah orang yang supel, selalu tersenyum, ramah, dan positif dimanapun kita berada. Bukankan itu mudah? Tidak ada air mata untuk menjadi terkenal ataupun dikenal.

Terkenal bukan berarti kita harus masuk ke kawasan pergaulan orang-orang kaya. Mengikuti trend fashion yang ada tapi melawan hati. Punya HP keren tapi ngutang. Atau hal-hal buruk lainnya.
Terkenal karena kita baik, ramah, supel, pintar, bisa menjaga attitude akan terasa lebih baik di hati kita. Tanpa harus memaksakan diri menjadi terkenal atau dikenal banyak orang.
Terkenal itu akan datang dengan sendirinya, layaknya bonus yang pantas didapatkan seorang pegawai kantoran yang bekerja keras.

Jadi, kesimpulannya gue pengen ngajak kalian semua untuk menjadi diri sendiri. Jangan jadikan masa-masa pubertas kita merubah diri atau kodrat kita yang sebenarnya. Kan lebih asik kalau kita jadi apa yang hati kita inginkan. Hidup pun akan lebih menyenangkan saat dijalani. Apa yang kita lakukan pun semuanya didasarkan oleh hati yang senang. Ahhhh *meregangkan tangan*. Iiiinnndddaaaahhhnyaaa hidup iniiiiii!!

Glory to The Lord~




















Saturday, April 2, 2011

Reuni Singkat

Sabtu, 02 April 2011,
suasana pengetikan : lagi ngantuk, diiringi lagu-lagu lawas.

Dan gue sudah mengakhiri UAS ini dengan kemaksimalan yang ada walaupun agak lelah juga sih belajar setiap hari. Pada akhirnya, soal-soal tersebut gue akhiri dengan perkiraan mana yang benar dan mana yang salah (kalo ga tau). Yang penting gue udah mikir semaksimalnya gue. Yang penting udah selesaiii buat minggu iniiiiii!! Argggg!

Tinggal gue bantai soal-soal 'sampah' tanggal 18-21 April nanti.
Masih ada 2 hari buat istirahatin otak terus gue bangkitin lagi otak gue buat belajar semaksimal mungkin supaya pas UAN nanti, gue bisa perform dengan baik. Akan gue nyanyikan rumus-rumus itu di antara bulatan-bulatan lembar jawaban...

Kenapa gue bilang soal 'sampah'? Karena menurut gue, dengan begitu gue bisa meminimalisir ketakutan gue akan soal2 UAN.Walau ada yang bilang soal2 UAN adalah yang bikin kita lulus. Tapi buat gue enggak. Tetep guru yang punya andil besar buat kelulusan gue.

Soal 'sampah' karena mereka yang bikin peraturan tentang UAN ga tau apa2 akan apa yang benar2 terjadi di 'lapangan'. Yaa bisa dibilang seenak perut mereka ajalah. Ganti presiden, ganti sistem. Kreatif tingkat tinggi. Harusnya mereka di bilang seniman UAN aja. Kan keliatannya indah tuh. Hehehe, daripada di gunjing, dihujat, kayak orang tuli, gak denger sama sekali kritikan orang2.

Jadiiiiii, keep your spirit! Keep working hard! God bless us..

Lalu??

Hahhhhh!!!! Teriak boleh kan?? Soalnya gue lagi butuh dikelilingi oleh orang-orang tuli. Why? Karena lagi pengen teriakkkkkkkk sekencangggg-kencangggnya!!!!
Capekkkkk woyyyy!!

Oh God! Sekarang bagian gue buat ngejar nilai UAS udah selesai, tinggal gue berdoa gue bisa dapet nilai yang maksimalllll.. Amiiiiiinnnn :)

Lalu, another best part of this day is akhirnya gue bisa ke SMP tersayang, SMPN 9. Yoi, sebenarnya ini rencana dadakan antara gue, Puji Eka Lestari dan Astrid Yolanda Putri. Pengen aja ke 9, minta doa restu sama guru2 supaya bisa sukses.


Dan kita benar2 dibuat terkesima dengan 9 yang sekarang. BEDA BANGET! Makin keren! Makin mantebbbbbb! Parah dehhhh!

Akhirnya kurang lebih 2 jam kami nongkrong, ngobrol, makan di kantin, jalan2, ketemu guru--salam--minta doa. Kami pun terlibat pembicaraan tentang perbandingan 9 sama sekolah gue yang sekarang. Dari guru, gedung, pergaulan, cara pemikiran sampai BTS.

Beda banget yang gue rasain di 9 sama sekarang. Entah apa kerena gue yang gak ikut arus atau mereka mengikuti arus yang salah. Entah mereka itu siapa, tapi buat gue, mereka adalah orang2 biasa yang tiba2 jadi 'beda'.
Dan itu pun yang dirasain oleh Puji dan Astrid.
Bahkan Puji berkata, "Saat2 gue jadi diri sendiri adalah saat gue bareng temen2 yang sepikiran."
Dan itu bener banget, misal saat gue bareng temen2 akrab gue di sekolah : Eva, Astrid, Lina, Nisa, Puji, Nana, Della, Bule, Fika, There, dsb. Saat2 bareng mereka gue sama sekali ga ngerasa ada kesenjangan. Gue jadi diri gue apa adanya.

Tapi, kalo gue perhatiin mereka, gue ngerasa mereka jadi orang yang adanya apa. Lo dilihat dari bagaimana gaya lo, pakaian lo, apa yang lo punya, dsb. Tapi apa? Otak mereka kosong. Mereka ga dapet apa2. Cuma seneng2, dan have fun dengan hidup. Menikmati tapi tidak memahami.

Saat di 9, gue ngerasa bisa temenan ama siapa aja. Gak ada kesenjangan status atau apapun itu. Kita cuma mau berteman.

Bahkan PakJoko tadi bilang, "Liat, mereka semua ketawa, ngapain aja ketawa, senyum (nunjuk yunior2 di 9). Nah kalo udah SMA, cemberut, berantem."
Dan buat gue, wow! Itu bener banget. Bahkan, saat mereka lewat depan kita mereka masih bisa nunduk, hormatin kita dan mereka tau kita itu alumni. Bahkan gue aja gue gak kayak gitu dulu! Gue ngerasa dinasehatin ama adek kelas. Lebih tepatnya ditampar.

Gue bangga jadi alumni 9. Sangat bangga! Gue dapet semua apa yang gue butuhin untuk jadi 'orang', untuk benar2 menjadi 'manusia'. Gue bersyukur. Makasih ya Tuhan.

Kembali ke pembicaraan kami ber-3. Kita ngomongin betapa anehnya hidup anak SMA. Kenapa ada yang bilang masa2 SMA itu paling indah? Padahal buat kita, lebih indah masa2 di 9.
Kenapa ada yang bilang kalo lo pas SMA ga pacaran, lo ga ngerasain yang namanya SMA? Buat gue biasa aja tuh. Belum ada sama sekali pikiran gue buat pacaran. Mungkin frekuensi pikiran gue beda ya. Mereka AM, gue FM.

Sebenarnya gue banyak pelajaran dari reuni singkat gue, Puji dan Astrid dengan Sempana tercinta. Banyaaaakkk banget, tapi gue kurang bisa ngejelasinnya satu persatu.
Kurang lebih pemikaran kami ber-3 sama. Berarti gue ama mereka sama2 FM.

Hahhhh... Sebentar lagi fan. Sebentar lagi lo bakal ngadepin hal yang lebih besar. Kuliah, pergaulannya yang lebih luas. Dannnn.. cuma lo yang bisa bikin itu berarti. Amin,
semoga apa yang gue impiin buat jadi sutradara benar2 terwujud, aminnnnnn ya Tuhann..

God Bless Us.

@flabbergast02

Puisi anak IPA

Jangan berlari karena ku lumpuh oleh cintamu.
Jangan berlari karena ku tertatih oleh kasihmu.

Maaf atas lambatnya impuls cinta yang ingin kubalas.
Maaf atas buruknya luas penampang hatiku.
Maaf atas lambatnya kecepatan maksimum hatiku untuk membalas cintamu.
Maaf karena sinyal hatiku terhalang oleh radiasi dunia ini.
Maaf atas rendahnya suhu hatiku, aku tak punya cukup kalor tuk' menghangatkan cintamu.
Maaf frekuensi hatimu tak sama dengan milikku.
Mungkin kamu infrared, aku gamma.
Kita jauh dan berbeda.

Tapi,
Cintamu bagai dilatasi dari cerminan hati yang hampa.
Kamu indah.

Cintamu bagai asam dan basa yang hadir tuk' memberi warna di hatiku.
Merah. Biru.

Cintamu bagai ketinggian maksimum dari gerak parabola duniaku.
Diam dan tak bernilai. Tapi tepat di titik tertinggi hatiku.

Engkau buatku jatuh karena gaya gravitasimu yang tak bisa ku lawan.
Aku Jatuh cinta.

Cintamu bagai adrenalin yang membuat jantungku tak bisa diam.
Akupun kau buat bagai Panthera tigris yang mengaum. Aku bangga akan cintamu.

Dan
Aku mencintaimu.

Kau bagai RNAd dalam sitoplasmaku. Kau dibentuk tuk' mejadi duta dari pesan yang Tuhan kirimkan.
Bahwa kau dan aku tak terpisahkan. Kita satu.
Kau DNA ku.
Aku ada karena kau ada.

Kau bagai kodon stop yang menghentikan tiap gerak lurus beraturan hari-hariku.
Kau yang ada di hatiku dan mengalahkan tiap teori evolusi yang pernah ada.

Kau bagai ragi yang mengembangkan tiap senti adonan hatiku.
Bahkan kau bagai yoghurt yang asam tapi menyehatkan.

Kau bagai atom-atom penyusun hatiku. Kau elektronku, proton dan neutronku. Kau bagian terkecil dari hatiku sekaligus terbesar dalam hidupku.

Kau bagai peluang terbesarku tuk' mencapai diagonal ruang tata surya ini.

Garis(an) takdirmu menyinggung lingkaran hidupku yang berjari-jarikan cinta.



Pada akhirnya,
kau, aku, dan cinta kita berdua tercetak pada soal-soal Ujian Nasional nanti.
Fisika,kimia,matematika dan biologi akan menjadi saksi tertulis atas kisah puisi cinta ini.

Semoga Ujian Nasional nanti akan menjadi mawar harum atas cintaku padamu.
Yang harumnya bertransformasi menjadi kertas yang bertuliskan "LULUS".

Ku akhiri puisi ini dengan AMIN, karna ku tau' kisah puisi ini tak akan jadi abadi tanpa kuasaNya.
AMIN

-----------------------------------Selamat Menikmati---------------------------------------