Tuesday, March 23, 2010

Hampir Depresi .

Saat Kematian itu Datang.
Apa yang terjadi ?
Sakit kah ?
Atau hanya perasaan kosong ?

Kematian itu takdir Tuhan. Gak ada yang tahu kapan dia datang.

Hidup ini terlalu menyakitkan buat gue.
Hidup ini terlalu berat buat gue.

Batas kesanggupan gue, tinggal sebatas untuk di pakai buat hari ini.
Over load.

Kemana perginya kekuatan ?
Kemana perginya kesabaran ?
Kalau yang ku tahu, mereka habis terbakar api kehidupan.

Menderita. Suffering.
Menangis. Crying.

Tertawa. Laughing.
Cuma sekitar 5% dari masa hidup gue.

Mencari makna hidup gue apa. Hampir menemukan, tapi hilang di bawa kecemburuan. Terbakar api kehidupan .
Mencari kemana arah hidup gue. Hampir menemukan, tapi termakan oleh ekspetasi yang kecil.

Ekspetasi yang kecil sudah cukup membuat gue tersenyum. Tapi, gak pernah jadi nyata. Bagaimana dengan ekspetasi yang besar ? Hampir mencapai level ketidak mungkinan untuk jadi nyata.

Berat kan hidup gue ?

Gue emang bodoh. Manusia goblok.
Gak tau rasa syukur. Cuma bisa mengeluh. Gue emang bodoh.



Apa gue harus terus bersabar sedangkan kesabaran gue udah di level minus ?
Menyakitkan. Sangat sakit. Membandingkan hidup gue dengan orang lain. Dengan orang di sekitar gue.

Gue jauh di bawah. Mereka jauh di atas.
Keinginan mereka jadi nyata. Keinginan gue cuma mimpi-mimpi kosong.

Detik ini masih ada amarah. Lampiaskan ke siapa ?
Entahlah. Rasanya ingin meninju tiap cermin di rumah ini.
Biarkan tangan ini sakit. Biarkan tangan ini berdarah. Sakit hati dan fisik sudah tidak ada bedanya.

"Apa lagi yang tersisa dari diri lo ?" hati gue bertanya mungkin teriak.

"Iman" gue menjawab.

Iman. Faith. Tinggal itu yang tersisa dari jiwa gue.
Iman. Faith.
Sesuatu yang kekal. Tidak termakan oleh waktu walau hanya seukuran biji sesawi.
Iman. Faith.
Punya kekuatan yang besar untuk membangkitkan gue yang runtuh.

Iman. Faith.

Saturday, March 20, 2010

puisi isengan

Disini,
aku sendiri,
menatap raksasa langit,
turun dari tahtanya..
Membuatku silau akan kekalahannya...

Disini,
aku sendiri,
menanti nasib berjalan,
berharap waktu berhenti tuk'
menatapku..

Disini,
aku sendiri,
menatap kunang-kunang langit,
bangun dari tidurnya..
menerangi gelapnya jiwaku..

Gelap
Gelap dan kelam..

Disini,
aku sendiri, menanti kedatanganya,
ya..menanti kedatanganya..
Malaikat yang menghunus jiwaku..

Jiwaku yang gelap..
Jiwaku yang kelam..

Ya..Dia yang menghunus jiwaku
yang mencuri cintaku..
Ya..Dia..

Dia mencuri cintaku,
membawanya lari ke ujung langit,
Sekarang dia lenyap,
Lenyap ditelan gelap..

Disini,
aku sendiri..
Menanti kau malaikatku..
Menanti..
Sedih..Merana..Sunyi..

Disini,
aku sendiri,
menanti kau membawa cintaku
ya..cintaku..
cintaku yang kau bawa lari..

Disini,
aku sendiri,
menanti, bersama kita merajut nasib.
membuat waktu menangis..
membuat langit tertawa (berseri)..

Hanya kau yang menanti..
Kau..
Malaikatku..
Cintaku..


Saturday, March 6, 2010

untitled

so, hard now .

to try remember some one out there even I never meet him .

will I meet him ?
will I wait him until the last second ?

the last of my breathe .

so hard, dude

too weavy

I'm just ordinary girl
as a human, I have shortage

but, as a woman, I need love

some one to love me,
some one to adore me,
some one to keep save my self,

some one to lead me,

where are you boy ?
I wait you..