Monday, April 18, 2011

What do you want, Lord ?

Kosong banget pikiran gue.

I'm not the only one in this world who have problems.
Many problems.
Big problems.

I'm not the only one in this world who feel lonely.
Alone.
Without any one.

I'm just a little girl.
A teenage, and still grow up.

But, Can I still hold on ?
In my mind, I cant..

What do you want, Lord ?
Please tell me .

Tuesday, April 12, 2011

Choose What, Nerd or Popular?

Lebih baik dianggap cupu tapi penuh dengan pengetahuan. Dari pada dianggap gaul tapi berotak kosong.

Apa yang akan dunia katakan bila mulut ini penuh dengan omong kosong dan attitude yang buruk. Tapi, kita berusaha untuk menjadi terkenal. Mungkin kita akan terkenal. Tapi kita akan terkenal karena keburukan kita.

Jadi, lebih baik menjadi orang yang cupu daripada dipanggil otak udang.

Yang bikin gue bingung adalah mengapa banyak orang berusaha menjadi ‘gaul’ atau terkenal dengan cara yang salah. Mereka tidak menjadi diri sendiri, ikut gaya orang lain, bahkan mengorbankan hal-hal yang ada pada mereka.
Bukankah kita akan merasa ada yang mengganjal di hati? Mungkin kita akan berkata “Kok aneh ya? Kayak ada yang hilang. Kayak ada yang mengganjal”
Tentu saja ada yang mengganjal. Karena kita melawan kodrat hati kita.

Kalau dianalogikan, layaknya seekor ikan salmon yang melawan arus air terjun saat ingin kembali ke tempat dia dilahirkan. Mereka harus banyak berkorban, terluka, berdarah. Kalaupun sampai di tempat tujuan, mereka akan mati karena kelelahan.

Dan layaknya orang-orang yang tidak menjadi diri sendiri. Mereka akan terluka, mengorbankan diri sendiri bahkan orang lain. Pada akhirnya mereka akan menangis karena mereka tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada kepuasan layaknya seorang atlet lari yang berhasil mencapai garis finish.

Kenapa harus takut untuk menjadi diri sendiri?? Tuhan menciptakan kita seperti ini bukan karena tidak ada artinya.
Kenapa harus takut untuk tidak terkenal karena menjadi diri sendiri??
Jadilah orang yang supel, selalu tersenyum, ramah, dan positif dimanapun kita berada. Bukankan itu mudah? Tidak ada air mata untuk menjadi terkenal ataupun dikenal.

Terkenal bukan berarti kita harus masuk ke kawasan pergaulan orang-orang kaya. Mengikuti trend fashion yang ada tapi melawan hati. Punya HP keren tapi ngutang. Atau hal-hal buruk lainnya.
Terkenal karena kita baik, ramah, supel, pintar, bisa menjaga attitude akan terasa lebih baik di hati kita. Tanpa harus memaksakan diri menjadi terkenal atau dikenal banyak orang.
Terkenal itu akan datang dengan sendirinya, layaknya bonus yang pantas didapatkan seorang pegawai kantoran yang bekerja keras.

Jadi, kesimpulannya gue pengen ngajak kalian semua untuk menjadi diri sendiri. Jangan jadikan masa-masa pubertas kita merubah diri atau kodrat kita yang sebenarnya. Kan lebih asik kalau kita jadi apa yang hati kita inginkan. Hidup pun akan lebih menyenangkan saat dijalani. Apa yang kita lakukan pun semuanya didasarkan oleh hati yang senang. Ahhhh *meregangkan tangan*. Iiiinnndddaaaahhhnyaaa hidup iniiiiii!!

Glory to The Lord~




















Saturday, April 2, 2011

Reuni Singkat

Sabtu, 02 April 2011,
suasana pengetikan : lagi ngantuk, diiringi lagu-lagu lawas.

Dan gue sudah mengakhiri UAS ini dengan kemaksimalan yang ada walaupun agak lelah juga sih belajar setiap hari. Pada akhirnya, soal-soal tersebut gue akhiri dengan perkiraan mana yang benar dan mana yang salah (kalo ga tau). Yang penting gue udah mikir semaksimalnya gue. Yang penting udah selesaiii buat minggu iniiiiii!! Argggg!

Tinggal gue bantai soal-soal 'sampah' tanggal 18-21 April nanti.
Masih ada 2 hari buat istirahatin otak terus gue bangkitin lagi otak gue buat belajar semaksimal mungkin supaya pas UAN nanti, gue bisa perform dengan baik. Akan gue nyanyikan rumus-rumus itu di antara bulatan-bulatan lembar jawaban...

Kenapa gue bilang soal 'sampah'? Karena menurut gue, dengan begitu gue bisa meminimalisir ketakutan gue akan soal2 UAN.Walau ada yang bilang soal2 UAN adalah yang bikin kita lulus. Tapi buat gue enggak. Tetep guru yang punya andil besar buat kelulusan gue.

Soal 'sampah' karena mereka yang bikin peraturan tentang UAN ga tau apa2 akan apa yang benar2 terjadi di 'lapangan'. Yaa bisa dibilang seenak perut mereka ajalah. Ganti presiden, ganti sistem. Kreatif tingkat tinggi. Harusnya mereka di bilang seniman UAN aja. Kan keliatannya indah tuh. Hehehe, daripada di gunjing, dihujat, kayak orang tuli, gak denger sama sekali kritikan orang2.

Jadiiiiii, keep your spirit! Keep working hard! God bless us..

Lalu??

Hahhhhh!!!! Teriak boleh kan?? Soalnya gue lagi butuh dikelilingi oleh orang-orang tuli. Why? Karena lagi pengen teriakkkkkkkk sekencangggg-kencangggnya!!!!
Capekkkkk woyyyy!!

Oh God! Sekarang bagian gue buat ngejar nilai UAS udah selesai, tinggal gue berdoa gue bisa dapet nilai yang maksimalllll.. Amiiiiiinnnn :)

Lalu, another best part of this day is akhirnya gue bisa ke SMP tersayang, SMPN 9. Yoi, sebenarnya ini rencana dadakan antara gue, Puji Eka Lestari dan Astrid Yolanda Putri. Pengen aja ke 9, minta doa restu sama guru2 supaya bisa sukses.


Dan kita benar2 dibuat terkesima dengan 9 yang sekarang. BEDA BANGET! Makin keren! Makin mantebbbbbb! Parah dehhhh!

Akhirnya kurang lebih 2 jam kami nongkrong, ngobrol, makan di kantin, jalan2, ketemu guru--salam--minta doa. Kami pun terlibat pembicaraan tentang perbandingan 9 sama sekolah gue yang sekarang. Dari guru, gedung, pergaulan, cara pemikiran sampai BTS.

Beda banget yang gue rasain di 9 sama sekarang. Entah apa kerena gue yang gak ikut arus atau mereka mengikuti arus yang salah. Entah mereka itu siapa, tapi buat gue, mereka adalah orang2 biasa yang tiba2 jadi 'beda'.
Dan itu pun yang dirasain oleh Puji dan Astrid.
Bahkan Puji berkata, "Saat2 gue jadi diri sendiri adalah saat gue bareng temen2 yang sepikiran."
Dan itu bener banget, misal saat gue bareng temen2 akrab gue di sekolah : Eva, Astrid, Lina, Nisa, Puji, Nana, Della, Bule, Fika, There, dsb. Saat2 bareng mereka gue sama sekali ga ngerasa ada kesenjangan. Gue jadi diri gue apa adanya.

Tapi, kalo gue perhatiin mereka, gue ngerasa mereka jadi orang yang adanya apa. Lo dilihat dari bagaimana gaya lo, pakaian lo, apa yang lo punya, dsb. Tapi apa? Otak mereka kosong. Mereka ga dapet apa2. Cuma seneng2, dan have fun dengan hidup. Menikmati tapi tidak memahami.

Saat di 9, gue ngerasa bisa temenan ama siapa aja. Gak ada kesenjangan status atau apapun itu. Kita cuma mau berteman.

Bahkan PakJoko tadi bilang, "Liat, mereka semua ketawa, ngapain aja ketawa, senyum (nunjuk yunior2 di 9). Nah kalo udah SMA, cemberut, berantem."
Dan buat gue, wow! Itu bener banget. Bahkan, saat mereka lewat depan kita mereka masih bisa nunduk, hormatin kita dan mereka tau kita itu alumni. Bahkan gue aja gue gak kayak gitu dulu! Gue ngerasa dinasehatin ama adek kelas. Lebih tepatnya ditampar.

Gue bangga jadi alumni 9. Sangat bangga! Gue dapet semua apa yang gue butuhin untuk jadi 'orang', untuk benar2 menjadi 'manusia'. Gue bersyukur. Makasih ya Tuhan.

Kembali ke pembicaraan kami ber-3. Kita ngomongin betapa anehnya hidup anak SMA. Kenapa ada yang bilang masa2 SMA itu paling indah? Padahal buat kita, lebih indah masa2 di 9.
Kenapa ada yang bilang kalo lo pas SMA ga pacaran, lo ga ngerasain yang namanya SMA? Buat gue biasa aja tuh. Belum ada sama sekali pikiran gue buat pacaran. Mungkin frekuensi pikiran gue beda ya. Mereka AM, gue FM.

Sebenarnya gue banyak pelajaran dari reuni singkat gue, Puji dan Astrid dengan Sempana tercinta. Banyaaaakkk banget, tapi gue kurang bisa ngejelasinnya satu persatu.
Kurang lebih pemikaran kami ber-3 sama. Berarti gue ama mereka sama2 FM.

Hahhhh... Sebentar lagi fan. Sebentar lagi lo bakal ngadepin hal yang lebih besar. Kuliah, pergaulannya yang lebih luas. Dannnn.. cuma lo yang bisa bikin itu berarti. Amin,
semoga apa yang gue impiin buat jadi sutradara benar2 terwujud, aminnnnnn ya Tuhann..

God Bless Us.

@flabbergast02

Puisi anak IPA

Jangan berlari karena ku lumpuh oleh cintamu.
Jangan berlari karena ku tertatih oleh kasihmu.

Maaf atas lambatnya impuls cinta yang ingin kubalas.
Maaf atas buruknya luas penampang hatiku.
Maaf atas lambatnya kecepatan maksimum hatiku untuk membalas cintamu.
Maaf karena sinyal hatiku terhalang oleh radiasi dunia ini.
Maaf atas rendahnya suhu hatiku, aku tak punya cukup kalor tuk' menghangatkan cintamu.
Maaf frekuensi hatimu tak sama dengan milikku.
Mungkin kamu infrared, aku gamma.
Kita jauh dan berbeda.

Tapi,
Cintamu bagai dilatasi dari cerminan hati yang hampa.
Kamu indah.

Cintamu bagai asam dan basa yang hadir tuk' memberi warna di hatiku.
Merah. Biru.

Cintamu bagai ketinggian maksimum dari gerak parabola duniaku.
Diam dan tak bernilai. Tapi tepat di titik tertinggi hatiku.

Engkau buatku jatuh karena gaya gravitasimu yang tak bisa ku lawan.
Aku Jatuh cinta.

Cintamu bagai adrenalin yang membuat jantungku tak bisa diam.
Akupun kau buat bagai Panthera tigris yang mengaum. Aku bangga akan cintamu.

Dan
Aku mencintaimu.

Kau bagai RNAd dalam sitoplasmaku. Kau dibentuk tuk' mejadi duta dari pesan yang Tuhan kirimkan.
Bahwa kau dan aku tak terpisahkan. Kita satu.
Kau DNA ku.
Aku ada karena kau ada.

Kau bagai kodon stop yang menghentikan tiap gerak lurus beraturan hari-hariku.
Kau yang ada di hatiku dan mengalahkan tiap teori evolusi yang pernah ada.

Kau bagai ragi yang mengembangkan tiap senti adonan hatiku.
Bahkan kau bagai yoghurt yang asam tapi menyehatkan.

Kau bagai atom-atom penyusun hatiku. Kau elektronku, proton dan neutronku. Kau bagian terkecil dari hatiku sekaligus terbesar dalam hidupku.

Kau bagai peluang terbesarku tuk' mencapai diagonal ruang tata surya ini.

Garis(an) takdirmu menyinggung lingkaran hidupku yang berjari-jarikan cinta.



Pada akhirnya,
kau, aku, dan cinta kita berdua tercetak pada soal-soal Ujian Nasional nanti.
Fisika,kimia,matematika dan biologi akan menjadi saksi tertulis atas kisah puisi cinta ini.

Semoga Ujian Nasional nanti akan menjadi mawar harum atas cintaku padamu.
Yang harumnya bertransformasi menjadi kertas yang bertuliskan "LULUS".

Ku akhiri puisi ini dengan AMIN, karna ku tau' kisah puisi ini tak akan jadi abadi tanpa kuasaNya.
AMIN

-----------------------------------Selamat Menikmati---------------------------------------