Thursday, June 23, 2011

s(i)apa aku?


Jangan tertawa karna aku marah
Jangan tertawa karna aku benci
Jangan tertawa karna aku lelah
Jangan tertawa karna aku mati..

Matikan (mati) lampu.
Matikan (mati) lilin.
Matikan (mati) cahaya.
Gelap, dingin, tak bernyawa.
Membusuk, hancur, dan hanyut.

Aku bukan apa-apa.
Bukan siapa-siapa.
S(i)apa aku.

Aku paling kosong
Aku paling mati
Aku paling sunyi
Aku paling (di)benci
Aku paling (ter)hina

S(i)apa aku.

Monday, June 13, 2011

[ I Pray ]

Benar-benar mencapai titik jenuh dari masa-masa belajar gue. Sangat jenuh. Sampai-sampai rasanya ingin menangis, teriak, dan meninju semua tembok di rumah ini. Gue marah terhadap kelelahan dan kekhawatiran yang ada. Gue bosan. Gue jenuh. Gue ingin cepat-cepat lulus dan keluar dari semuaaa hal ini.

Ya, Tuhan Yesus.
Aku benar-benar berada dititik kelelahan dan ketakutanku.
Tuhan, aku ingin sepenuhnya jujur pada saat UN nanti. Menggunakan semua kemampuan ku dan mengandalkan Engkau. Aku tidak mau kelulusan nanti harus aku bayar dengan dosa dan maut. Bahkan aku pun sudah berdosa dalam pikiranku.
Aku tidak mau benar-benar melakukan apa yang sudah sempat terpikirkan.
Tuhan, tolongggg jawab doaku. Aku butuh kepintaran. Aku mohon kekuatan yang berasal dari Engkau. UN adalah hari-hari terakhir menuju kelulusan.
Aku ingin mendapat nilai sempurna yang berasal dari kemampuanku.
Dalam kelemahan dan kekuranganku, pekerjaan Tuhan tidak terbatas dan tak ada batas.

Amin.

Tuhan, Engkau tau aku ikut SNMPTN undangan. Aku mohon dukungannya supaya aku bisa lulus 1 saja dari 6 kesempatan yang ada. Walaupun aku tau logikanya sangat kecil menurut Pak Eko. Tapi, aku mohon dengan sangat ya Tuhan. Aku ingin kuliah di PTN dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Aku ingin kerja di Trans TV atau radio.
Tuhan Yesus, Engkaulah batu sandunganku. Engkaulah panglimaku. Aku percaya Engkau.
Aku tidak mau mempertaruhkan iman ku dan namaMU untuk melakukan dosa.

Amin.

Monday, June 6, 2011

a little bit sarcastic

Ada beberapa yang bilang masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling membahagiakan. Tapi buat gue enggak tuh! Biasa aja!

Hidup di dunia yang sangat mementingkan penampilan. Kalau lo beda, lo bukan bagian dari pergaulan. Mengisi hari-hari dengan hanya memikirkan diri sendiri. Kalau temen lagi susah ditinggalin. What the?!!

Dan gue sangat menunggu waktu dimana gue akan lepas dari masa-masa SMA gue terutama dari dunia kemunafikan yang selama ini ada di sekitar gue. Gue udah cukup muak hidup di dunia mereka. Dan saatnya gue hidup di dunia yang normal.

Hidup dimana orang-orang yang berkompetenlah yang menjadi trendsetter. Hidup dimana orang-orang yang berotaklah yang menduduki dunia.

Emang agak sarkastik sih, tapi buat gue biasa aja tuh. Terutama buat mereka.

Gue sangat bersyukur di masa-masa SMA ini, gue bertemu dan kenal dengan orang-orang yang searah dan satu pikiran. Kenal dengan orang-orang yang gak neko-neko. Gak berlebihan. Biasa aja. But, full of knowledge.

Diam bukan berarti gak ngerti.
Diam bukan berarti gak ada.
Diam bukan berarti gak hadir.
Terkadang diam karena kami menyimak dan memperhatikan orang-orang seperti mereka.

Finally, thank God I’m not like them.
I love myself. With the good or the shortness.