Ada beberapa yang bilang masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling membahagiakan. Tapi buat gue enggak tuh! Biasa aja!
Hidup di dunia yang sangat mementingkan penampilan. Kalau lo beda, lo bukan bagian dari pergaulan. Mengisi hari-hari dengan hanya memikirkan diri sendiri. Kalau temen lagi susah ditinggalin. What the?!!
Dan gue sangat menunggu waktu dimana gue akan lepas dari masa-masa SMA gue terutama dari dunia kemunafikan yang selama ini ada di sekitar gue. Gue udah cukup muak hidup di dunia mereka. Dan saatnya gue hidup di dunia yang normal.
Hidup dimana orang-orang yang berkompetenlah yang menjadi trendsetter. Hidup dimana orang-orang yang berotaklah yang menduduki dunia.
Emang agak sarkastik sih, tapi buat gue biasa aja tuh. Terutama buat mereka.
Gue sangat bersyukur di masa-masa SMA ini, gue bertemu dan kenal dengan orang-orang yang searah dan satu pikiran. Kenal dengan orang-orang yang gak neko-neko. Gak berlebihan. Biasa aja. But, full of knowledge.
Diam bukan berarti gak ngerti.
Diam bukan berarti gak ada.
Diam bukan berarti gak hadir.
Terkadang diam karena kami menyimak dan memperhatikan orang-orang seperti mereka.
Finally, thank God I’m not like them.
I love myself. With the good or the shortness.
No comments:
Post a Comment