Saturday, May 14, 2011

dia ketekku

Dia harum,
terkadang dia bau.
Tersimpan di sudut terpencil.
Hidup di bagian tergelap.
Dia ketekku.

Wednesday, May 11, 2011

Dunia dibalik Mata part 2


Ini sebenarnya adalah tambahan dari Dunia dibalik mata part 1.
Seperti yang sudah dibaca, kebanyakan orang-orang itu tinggal di daerah
(yang gue lihat di Jawa). Gue berpikir kenapa di daerah Jakarta atau Tangerang yang metropolitan ini gak gue temui kasus yang seperti di orang daerah ini.

Gue mencoba berpikir dan menelusuri jawaban dari pertanyaan ini. Dan gue dapet jawabannya.

Kurang lebih seperti ini :
          Jakarta atau Tangerang bisa dikatakan adalah kota dengan pengguna Internet yang besar. Tapi hal ini juga didukung dengan ajaran Internet sehat yang menjadi doktrin positif bagi para penggunanya. Tapi hal ini tidak langsung menjadi evaluasi akhir dari Internet user itu sendiri. Ini cuma direlevansikan dengan kasus dunia di balik mata part 1.
          Serbuan Internet dan teman-temannya (di daerah) tidak didukung dengan doktrin-doktrin positif untuk mendukung penggunaan sosial media yang seharusnya. Ditambah lagi dalam hal ini Film Indonesia masih didominasi oleh film horor yang menjurus ke porno. Apa mungkin karena harga tiket bioskop sangat murah atau dvd bajakan (terutama utk film Indonesia) yang banyak dipasaran sehingga mereka mengidolakan film-film yang seperti itu. Gue juga gak ngerti karena ini cuma pendapat yang subjektif bukan yang disertai penelitian.
          Kurang lebihnya, serbuan Internet itu datang mengagetkan orang-orang terutama di daerah. Alhasil Facebook user makin bertambah terutama di daerah. Tapi entah ini salah siapa, apa orang yang menyandang gelar sebagai Menteri Teknologi Informasi ini hanya melihat fenomena BB di Kota Metropolitan sampai-sampai teman-teman kita di daerah gak kebagian
perhatian juga. Entahlah.. Ini hanya pendapat subjektif gue.

Apakah alay menjadi bagian dari mutasinya penggunaan sosial media (dalam
hal ini Facebook) yang seharusnya untuk hal yang positif?
          Gue juga gak ngerti definisi alay itu yang bagaimana karna selama

ini gue cuma tau dari cara mereka menuliskan teks entah sms atau status di

Facebook. Dan kebanyakan 'orang-orang' itu cara menuliskan statusnya yaa

yang disingkat lah dan enggak dengan penggunaan kata-kata yang benar.

Misalnya : "Kok" --> "Kug" atau "Aku" -->"Qu" dan sebagainya. Kembali lagi ini adalah 


pendapat gue yang subjektif bukan objektif.

Dan ada lagi satu pendapat gue yang mungkin menjadi pendukungnya kisah
dunia dibalik mata ini. Handphone. Yaa handphone yang dilengkapi dengan aplikasi sosial media Facebook dan chatting dan dijual dengan harga sangat
murah. Kita pasti tahu bahwa kebanyakan handphone ini keluaran Cina dan
mungkin handphone ini laku keras di daerah-daerah.Kemungkinan handphone
ini menjadi suatu alat media yang paling mudah buat ngakses Facebook. Ditambah lagi promo-promo provider yang banyak memberi bonus internet
terutama untuk akses Facebook.Kembali lagi bahwa semua ini adalah
pendapat yang subjektif dan tidak bermaksud menghakimi.

Kesimpulannya adalah semua hal pada dasarnya diciptakan untuk hal yang
baik. Tapi, sayangnya ini tidak dibarengi dengan moral yang tebal untuk
membentingi diri dari teknologi yang disalah gunakan. Apalagi hal-hal ini
bersifat murah bahkan gratis.

Kayaknya sekian dulu cerita dan pendapat gue ini. Gue sangat berharap ini
bisa yaa menjadi suatu hal yang bisa dibaca dan menjadi pengetahuan baru.
Tapi sekali lagi ini semua hanya bagian dari pemikiran gue yang subjektif dan
gak menjadi penilaian mutlak bagi teman-teman kita di daerah.

Terima kasih,

Dunia dibalik mata berakhir disini~
Salam :)

Dunia dibalik Mata


Terkadang apa yang kita lihat di hadapan kita tidak sama bahkan sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

Jadi, ini adalah pengalaman baru yang mengagetkan pemikiran gue.
Waktu itu gue melihat di Facebook seorang Ibu yang pada wallnya tertulis "I miss you.." Padahal yang gue tahu dia baru saja ditinggal wafat suaminya. Lalu gue kliklah nama orang yang menulis wall tsb. Pada profile picturenya, terpasang laki-laki telanjang dada dengan tubuh yang lumayan six pack. Foto tersebut menjadikan diriku "mengahakimi" sebagai yaaa agak seperti laki-laki 'nakal'.

Gue tipe orang dengan rasa ingin tahu yang luar biasa terutama mengenai sesorang. Dan rasa ingin tahu ini ternyata membawa gue ke suatu dunia di balik mata.

Fotonya yang agak menantang itu mendorong gue foto apa saja yang dia miliki. Langsung saja gue klik "Photos". Jengggg jengggggg *drum roll on*
Disitu terdapat banyak foto yang terlalu senonoh menurut gue. Terutama foto seorang perempuan yang bertelanjang dada. Alamakkkkkk! Oh Tuhankuuu!

Foto perempuan itu gue klik, dan keluarlah suatu nama yang males banget untuk diingat. Gue klik nama perempuan itu, dan keluarlah suatu profile perempuan yang kalo gak salah tinggal di Blitar. Laki-laki yang tadi kalo gak salah juga tinggal di Blitar.

Gue kembali ke Profile laki-laki itu. Lebih baik kita panggil dia "Om". Lalu gue klik "See more posts". Disitu banyak postingan kegiatan si "Om" ini. Mulai dari menulis di wall, comment di foto-foto(kebanyakan foto perempuan), dsb.
Kembali rasa penasaran gue mendorong gue untuk mengklik beberapa kegiatan dia yaitu mengcomment foto-foto perempuan.
Beberapa commentnya kurang lebih seperti ini :
                   "Bibirnya seksiiii.. Aku suka dehh.."
                   "Kamu seksi bangettt.."
                   dan sebagainya, gue males banget nginget kegiatan dia.

Selain itu gue juga mengklik beberapa profile perempuan yang muncul di postingan si "Om" ini. Jengggg jenggggg! Dan keluarlah lagi beberapa foto perempuan yang menurut gue gak pantas banget! Oh my!
Gue penasaran siapa sih yang mau-maunya ngeposting foto kayak gitu. Gue klik aja tuh cewek. Keluarlah profile perempuan yang agak kecina-cinaan. Lokasinya lagi-lagi di daerah Jawa (gue lupa). Di bagian Interestnya, oh my Godddddd! Itu parah banget! Dan yang bisa gue tarik kesimpulan adalah "cewek cina" ini sangat menyukai kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri. Gue gak mau ngumbar apa aja yang ada di interestnya karena lo semua pasti tau. Di bagian Filmnya lagi-lagi itu adalah film yang males banget gue ngeluarin duid gw buat film itu. Yaaaa apalagi kalau bukan film horor Indonesia yang lebih menjurus ke porno. Pantes aja  tuh film tetep dinikmati, ternyata penikmatnya masih ada. Banyak pula!

Apa ini dunia dibalik mata gue?

Setelah itu, kurang lebih setengah jam gue habiskan untuk mencari tahu apa aja yang terjadi dengan "Om" ini dan kegiatannya terutama para teman-temannya. Kebanyakan si "Om" ini yaa nulis di wall atau comment yang menjurus ke Porn text atau Sex text. What the?!!! Gue cuma bisa ngelus dada dan menghela napas panjang.

Sebenarnya masih banyak yang bisa gue ceritain dari ibu-ibu yang juga kelakuannya kayak gitu dan perempuan-perempuan lainnya yang sama aja kelakuannya.

Apa ini dunia dibalik mata gue?

Gue cuma bisa ambil kesimpulan that Facebook not only use as a social media but also as a porn media or sex media.
Facebook yang selama ini gue agung-agungkan sebagai penghubung gue dengan temen-temen gue bahkan masa lalu gue disalah gunakan oleh orang-orang yang salah mengerti akan makna tubuh dan sex yang sudah diatur oleh Tuhan. Gue cuma bisa menarik kesimpulan, mengerti dan jangan sampe gue jadi bagian orang-orang itu. Aminnn~

Dan semoga orang-orang yang ada dibalik mata gue ini bisa bertobat dan menemukan kembali jalan menuju dunia yang seharusnya. Semoga mereka cepat-cepat meninggalkan dunia dibalik mata itu.

Amin~

afraid##

Ketakutan itu adalah hal yang sangat wajar.
Tapi gak jadi wajar kalo kita berlindung atau menaruh tumpuan pada hal yang salah.
Kita terlalu percaya bahkan mempercayakan diri kita pada sesuatu, tapi kita sama sekali gak melakukan apa-apa untuk mengatasi permasalahan kita.
Sama saja dengan orang yang mempunyai mata normal tapi berpura-pura buta. Bukannya menggunakan matanya, tapi malah bertumpu pada pertolongan orang lain.

Monday, May 9, 2011

salam hangat semangat

Menjadi sebuah kesalahan saat aku ingin berlari tapi tak mampu, karena aku menyalahkan orang lain bukan bersyukur aku masih mampu berjalan walau belum bisa berlari.
Menjadi sebuah kebahagiaan karena disekelilingmu ada orang yang berkata, “Ayo, kamu pasti bisa..”
1 orang mendukung.
2 orang mendukung.
5 orang mendukung.
Lalu, ribuan orang bersorak, “KAMU PASTI BISAAAA!!”

Mungkin dada ini berguncang, menahan adrenalin yang mengalir ke semua anggota tubuh. Lalu, otak menyampaikan salam hangat semangat yang sama ke saraf-saraf. Salamnya sampai di setiap sel-sel otot dan bergetarlah tubuh ini karena tak kusadari aku sudah melompat dan berlari.

Dan sekarang aku sedang berlari untuk mengganti dan membayar semua salam hangat semangat dari mereka semua.
Bukan hanya itu, aku ingin memberi salam hangat semangat yang sama pada tiap makhluk yang bernapas di permukaan bumi ini.

Salam hangat semangat~