Lebih baik dianggap cupu tapi penuh dengan pengetahuan. Dari pada dianggap gaul tapi berotak kosong.
Apa yang akan dunia katakan bila mulut ini penuh dengan omong kosong dan attitude yang buruk. Tapi, kita berusaha untuk menjadi terkenal. Mungkin kita akan terkenal. Tapi kita akan terkenal karena keburukan kita.
Jadi, lebih baik menjadi orang yang cupu daripada dipanggil otak udang.
Yang bikin gue bingung adalah mengapa banyak orang berusaha menjadi ‘gaul’ atau terkenal dengan cara yang salah. Mereka tidak menjadi diri sendiri, ikut gaya orang lain, bahkan mengorbankan hal-hal yang ada pada mereka.
Bukankah kita akan merasa ada yang mengganjal di hati? Mungkin kita akan berkata “Kok aneh ya? Kayak ada yang hilang. Kayak ada yang mengganjal”
Tentu saja ada yang mengganjal. Karena kita melawan kodrat hati kita.
Kalau dianalogikan, layaknya seekor ikan salmon yang melawan arus air terjun saat ingin kembali ke tempat dia dilahirkan. Mereka harus banyak berkorban, terluka, berdarah. Kalaupun sampai di tempat tujuan, mereka akan mati karena kelelahan.
Dan layaknya orang-orang yang tidak menjadi diri sendiri. Mereka akan terluka, mengorbankan diri sendiri bahkan orang lain. Pada akhirnya mereka akan menangis karena mereka tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada kepuasan layaknya seorang atlet lari yang berhasil mencapai garis finish.
Kenapa harus takut untuk menjadi diri sendiri?? Tuhan menciptakan kita seperti ini bukan karena tidak ada artinya.
Kenapa harus takut untuk tidak terkenal karena menjadi diri sendiri??
Jadilah orang yang supel, selalu tersenyum, ramah, dan positif dimanapun kita berada. Bukankan itu mudah? Tidak ada air mata untuk menjadi terkenal ataupun dikenal.
Terkenal bukan berarti kita harus masuk ke kawasan pergaulan orang-orang kaya. Mengikuti trend fashion yang ada tapi melawan hati. Punya HP keren tapi ngutang. Atau hal-hal buruk lainnya.
Terkenal karena kita baik, ramah, supel, pintar, bisa menjaga attitude akan terasa lebih baik di hati kita. Tanpa harus memaksakan diri menjadi terkenal atau dikenal banyak orang.
Terkenal itu akan datang dengan sendirinya, layaknya bonus yang pantas didapatkan seorang pegawai kantoran yang bekerja keras.
Jadi, kesimpulannya gue pengen ngajak kalian semua untuk menjadi diri sendiri. Jangan jadikan masa-masa pubertas kita merubah diri atau kodrat kita yang sebenarnya. Kan lebih asik kalau kita jadi apa yang hati kita inginkan. Hidup pun akan lebih menyenangkan saat dijalani. Apa yang kita lakukan pun semuanya didasarkan oleh hati yang senang. Ahhhh *meregangkan tangan*. Iiiinnndddaaaahhhnyaaa hidup iniiiiii!!
Glory to The Lord~
No comments:
Post a Comment