Friday, January 20, 2012

Gemerlap-Pencuri

Cahayanya memukau.
Gemerlapnya silaukan mata hatiku.
Perlahan ku tak sanggup bertahan dan akhirnya berujung pedih.

Aku terperanjat.
Merinding jadinya.
Aku mundur sejenak, kembali aku terperanjat. Ada tangan yang menggapai jemariku.
Lembut dan dingin.

Kembali aku terdiam,
yang terdengar hanyalah desahan nafasku.

"Baiklah, kali ini maunya apa akan kuladeni semuanya.." hatiku berkata.

Aku sudah menyiapkan semua jurus yang tidak pernah kupelajari.

Perlahan kubalikkan badanku,
ternyata dia.

"Kamu?"
"Ya, aku?"
"Kamu mencuri hatiku.."
"Lalu?"
"Aku tidak bisa hidup tanpa hatiku."
"..."
"Artinya aku harus hidup bersamamu."

No comments:

Post a Comment